Cockatoocourse.com – Kalau kamu pernah nonton The Crown di Netflix, pasti kerasa banget bagaimana kehidupan keluarga kerajaan Inggris digambarkan dari masa ke masa. Mulai dari Ratu Elizabeth II kecil sampai saat ia memimpin kerajaan, semuanya diceritakan detail, termasuk bagaimana sistem monarki bekerja di negara modern seperti Inggris.
Di salah satu episodenya, ada kejadian kabut asap tebal tahun 1952 yang melumpuhkan London dan menewaskan ribuan orang. Menariknya, keputusan soal krisis ini justru diambil oleh Perdana Menteri Winston Churchill. Sang ratu hanya dikonsultasikan, tanpa terlibat dalam pengambilan keputusan langsung. Dari sini aja udah kelihatan bahwa monarki di Inggris bukan lagi soal kekuasaan absolut.
Lalu, kalau begitu, kenapa Inggris masih mempertahankan sistem kerajaan monarki?
Untuk memahami jawabannya, kita perlu mundur sedikit. Inggris awalnya merupakan bagian dari Kekaisaran Romawi pada tahun 43 Masehi setelah ditaklukkan oleh Jenderal Aulus Plautius. Ketika Romawi runtuh, Inggris dikuasai oleh Anglo-Saxon dan terbagi menjadi beberapa kerajaan kecil. Sistem ini disebut Heptarki.
Barulah pada tahun 927, Raja Athelstan dari Wessex berhasil menyatukan wilayah-wilayah tersebut menjadi satu kerajaan. Sejak saat itu, monarki jadi bagian penting dari identitas Inggris dan bertahan hingga sekarang. Dengan perjalanan sejarah sepanjang itu, wajar kalau monarki menjadi simbol kuat yang sulit dipisahkan dari Inggris.
Sekarang, Inggris bukan lagi monarki absolut, melainkan monarki konstitusional. Artinya, raja atau ratu memiliki peran seremonial, sementara kekuasaan politik berada di tangan parlemen dan perdana menteri.
Jadi, meski gelarnya masih “raja” atau “ratu”, mereka tidak membuat keputusan politik sehari-hari. Mereka menjadi simbol negara, penjaga tradisi, dan representasi stabilitas.
Ada beberapa alasan kenapa Inggris tetap mempertahankan monarki:
Kerajaan adalah ikon yang lekat dengan budaya Inggris. Mulai dari sejarah, upacara kenegaraan, sampai istana megah yang jadi daya tarik dunia.
Ketika pemerintahan berganti setiap beberapa tahun, keluarga kerajaan jadi simbol yang konsisten dan tidak terpengaruh politik.
Percaya atau nggak, turisme yang berkaitan dengan kerajaan menghasilkan pemasukan besar. Istana Buckingham, Windsor Castle, dan berbagai upacara kerajaan selalu menarik jutaan wisatawan.
Keluarga kerajaan punya peran dalam hubungan antarnegara, terutama dalam acara seremonial atau kunjungan resmi.
Baca juga: Mengapa Bahasa Inggris Britania Begitu Berbeda dengan Bahasa Inggris Amerika? – Cockatoo Course
Inggris masih mempertahankan monarki bukan karena raja atau ratu memegang kekuasaan besar, tetapi karena monarki sudah menjadi bagian dari identitas, budaya, dan sejarah mereka. Selain itu, keberadaan kerajaan memberikan manfaat ekonomi, stabilitas, serta nilai simbolis yang sulit digantikan. Jadi, meskipun dunia semakin modern, monarki di Inggris tetap hidup sebagai tradisi yang terus relevan.
Kalau kamu makin penasaran sama dunia berbahasa Inggris, mulai dari sejarah, budaya, sampai percakapan sehari-hari, ini saatnya belajar langsung bareng Cockatoo Course.
Belajarnya santai, pengajarnya asyik, dan materinya dibuat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Mau tahu lebih lanjut tentang Cockatoo Course? Yuk kepoin kita di instagram dan tiktok @Cockatoocourse.
(Suci Anggina)