Pengen bisa bahasa Jepang, tapi masih bingung harus mulai dari mana? Apalagi kalau kamu punya rencana kerja di Jepang atau pengen memahami anime tanpa terus-terusan melihat subtitle.
Mau ikut kursus, tetapi masih harus menyesuaikan dengan budget? Tenang, kamu tetap bisa mulai belajar sendiri dari rumah tanpa harus langsung mengeluarkan biaya.
Salah satu cara paling gampang untuk memulai belajar bahasa Jepang adalah dengan menghafal kosakata yang sering digunakan sehari-hari. Nggak perlu langsung menghafal ratusan kata. Mulai dari sepuluh kata dulu juga nggak masalah.
Kalau kamu masih bingung harus mulai belajar dari mana, kamu bisa membaca panduan belajar bahasa Jepang dari nol terlebih dahulu supaya punya gambaran tentang tahapan belajarnya.
Oke, sekarang kita akan belajar 10 kosakata dasar bahasa Jepang lengkap dengan cara baca dan artinya. Ada juga lima contoh kalimat yang bisa kamu pelajari supaya nggak cuma hafal kata, tetapi tahu cara menggunakannya.
Yuk kita mulai!
Sebelum belajar membuat kalimat panjang, kenalan dulu dengan beberapa kosakata dasar berikut. Kata-kata ini bisa menjadi langkah awal untuk memahami percakapan bahasa Jepang.
| No. | Tulisan Jepang | Romaji | Arti |
|---|---|---|---|
| 1 | 食べる | Taberu | Makan |
| 2 | 飲む | Nomu | Minum |
| 3 | 行く | Iku | Pergi |
| 4 | 来る | Kuru | Datang |
| 5 | 見る | Miru | Melihat / menonton |
| 6 | 聞く | Kiku | Mendengar / bertanya |
| 7 | 話す | Hanasu | Berbicara |
| 8 | 食べ物 | Tabemono | Makanan |
| 9 | 水 | Mizu | Air |
| 10 | 仕事 | Shigoto | Pekerjaan |
Ada hal kecil yang perlu kamu tahu. Beberapa kata di atas menggunakan bentuk dasar, seperti taberu dan nomu. Saat digunakan dalam percakapan yang lebih sopan, bentuknya bisa berubah menjadi tabemasu dan nomimasu.
Nggak perlu langsung menghafal semua aturan tata bahasanya. Untuk sekarang, pahami dulu arti setiap kata dan coba ingat tanpa melihat tabel.
Setelah mulai mengenal kosakata, kamu juga perlu memahami cara menyusun kalimat. Yuk, pelajari partikel bahasa Jepang untuk pemula supaya kamu makin paham bagaimana kata-kata dalam bahasa Jepang saling terhubung.
Hafal kosakata saja kadang belum cukup. Kamu juga perlu tahu bagaimana kata-kata tersebut digunakan dalam kalimat. Berikut lima contoh sederhana yang bisa kamu pelajari.
Artinya: Saya makan nasi.
Kata taberu berarti makan. Dalam contoh ini, bentuknya berubah menjadi tabemasu agar terdengar lebih sopan.
Coba ucapkan kalimat ini beberapa kali. Kamu juga bisa mengganti kata gohan dengan kosakata makanan lain yang sudah kamu pelajari.
Artinya: Saya minum air.
Mizu berarti air, sedangkan nomimasu berarti minum dalam bentuk sopan.
Kalimat ini cukup sederhana untuk latihan awal. Sambil menghafal, coba perhatikan juga pengucapan setiap katanya supaya kamu makin terbiasa mendengar bahasa Jepang.
Artinya: Saya pergi ke sekolah.
Gakkou berarti sekolah, sedangkan ikimasu berarti pergi.
Kamu bisa mempelajari pola kalimat ini untuk memahami cara menyebut tujuan perjalanan. Nantinya, pola serupa bisa digunakan dengan nama tempat lain sesuai konteksnya.
Artinya: Saya berbicara bahasa Jepang.
Nihongo berarti bahasa Jepang, sementara hanashimasu berarti berbicara dalam bentuk sopan.
Kalimat ini bisa menjadi salah satu contoh saat kamu mulai belajar memperkenalkan kemampuan bahasa. Kalau tujuanmu ingin bekerja di Jepang, kemampuan memahami dan menggunakan kalimat sederhana seperti ini bisa menjadi langkah awal yang berguna.
Artinya: Saya pergi bekerja.
Shigoto berarti pekerjaan dan ikimasu berarti pergi.
Kalau kamu sedang mempersiapkan diri untuk bekerja di Jepang, kosakata seputar pekerjaan juga layak dipelajari sejak awal. Setelah menguasai kata dasar, kamu bisa melanjutkan ke kosakata tentang tempat kerja, instruksi, dan aktivitas sehari-hari.
Pernah merasa sudah hafal sebuah kata, tapi besoknya malah lupa lagi?
Tenang, itu hal yang wajar saat mempelajari bahasa baru.
Supaya proses belajar lebih efektif, coba beberapa cara berikut:
Nggak perlu langsung menghafal puluhan kata dalam satu waktu. Kamu bisa mulai dengan lima sampai sepuluh kosakata sehari, lalu ulangi kata-kata tersebut sebelum menambah materi baru.
Coba gunakan setiap kata dalam kalimat sederhana. Misalnya, setelah menghafal mizu yang berarti air, lanjutkan dengan kalimat Mizu o nomimasu.
Dengan begitu, kamu belajar mengingat arti kata sekaligus cara penggunaannya.
Kamu nggak harus punya waktu berjam-jam untuk mulai belajar. Sisihkan 10–15 menit untuk membaca kosakata, mendengarkan pengucapan, atau mengulang materi yang sudah dipelajari.
Yang penting, lakukan secara konsisten.
Romaji memang membantu pemula, tetapi jangan bergantung terus pada tulisan alfabet. Pelan-pelan, mulai kenali hiragana dan katakana agar kamu terbiasa membaca tulisan Jepang secara langsung.
Setelah memahami beberapa kosakata, tantang diri sendiri untuk membuat kalimat sederhana. Nggak masalah kalau masih ada kesalahan. Kamu bisa memperbaikinya sambil terus belajar.
Belajar bahasa Jepang nggak harus langsung sempurna. Kamu bisa memulainya dari kosakata sederhana, memahami cara penggunaannya, lalu melanjutkan ke materi yang lebih sulit secara bertahap.
Kalau kamu ingin belajar secara mandiri, manfaatkan materi gratis yang tersedia dan buat jadwal belajar yang sesuai dengan aktivitasmu. Kamu juga bisa mulai mengenal tata bahasa dasar dan berlatih membaca huruf Jepang sedikit demi sedikit.
Kalau nantinya kamu membutuhkan arahan yang lebih terstruktur atau ingin berlatih percakapan bersama pengajar, kamu bisa mempertimbangkan kelas bahasa Jepang yang sesuai dengan kebutuhanmu.
Sekarang, coba tes diri sendiri: dari sepuluh kosakata tadi, berapa yang masih kamu ingat tanpa melihat tabel?
Mulai dari sedikit dulu. Nggak harus langsung jago, yang penting kamu terus belajar!
Kalau kamu ingin belajar dengan bimbingan pengajar dan materi yang lebih terstruktur, kamu bisa melihat informasi kursus bahasa Jepang di Bandung untuk mengenal pilihan kelas dan biayanya.